Kepuasan memang merupakan sesuatu yang tidak bisa di pungkiri lagi yang bisa membuat seseorang senang, akan tetapi kata puas ini tentunya terkadang sulit untuk memahaminya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan manusia mengingat manusia itu sendiri tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah di milikinya dan apa yang telah di raihnya karena ada beberapa faktor.
Di kutip dari sebuah situs https://rumaysho.com, Ibnu Az Zubair pernah berkhutbah di Makkah, lalu ia mengatakan,
??? ???????? ???????? ????? ?????????? � ??? ???? ???? ???? � ????? ??????? � ???? ????? ????? ????? ???????? ???????? ????? ???? ?????? ??????? ???????? ???????? ? ?????? ???????? ???????? ??????? ???????? ???????? ? ????? ??????? ?????? ????? ????? ?????? ?????????? ? ????????? ??????? ????? ???? ?????
�Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi shallallahu �alaihi wa sallam bersabda, �Seandainya manusia diberi lembah penuh dengan emas, maka ia masih menginginkan lembah yang kedua semisal itu. Jika diberi lembah kedua, ia pun masih menginginkan lembah ketiga. Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah. Allah tentu menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat.� (HR. Bukhari no. 6438)
Dari Anas, dari Ubay, beliau mengatakan, �Kami kira perkataan di atas adalah bagian dari Al Qur�an, hingga Allah pun menurunkan ayat,
??????????? ????????????
�Bermegah-megahan dengan harta telah mencelakakan kalian.� (QS. At Takatsur: 1). (HR. Bukhari no. 6440)
Menyimak dari hadis tersebut di atas di jelaskan manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang di milikinya dan apabila di berikan satu maka menginginkan dua lalu apabila di beri dua menginginkan lebih dari pada itu. Sehingga bisa di simpulkan bahwa memang manusia pada dasarnya tidak puas dengan apa yang ada pada dirinya dan tidak mensyukuri hal tersebut.
�Bersyukurlah atas apa yang sudah Anda miliki, maka Anda akan bahagia. Jika Anda berkonsentrasi pada apa yang tidak Anda miliki, Anda tidak akan pernah merasa cukup.� Oprah Winfrey
Salah satu contoh yang dapat kita lihat di lingkungan sekitar kita biasanya seseorang sudah di berikan rumah, kendaraan, pengetahuan, pasangan, keturunan, pekerjaan, dan jabatan dengan gaji yang bisa menjamin dan mencukupi kehidupan sehari-hari dengan hal itu pula belum merasa bersyukur dan puas karena kehidupan yang mendorong untuk selalu mendambakan di atas segalanya.
Dalam sebuah acara televisi yang di siarkan langsung oleh TVRI pada beberapa hari yang lalu, ada salah seorang penceramah mengatakan bahwasanya tanda kesyukuran itu apabila bisa memberikan sesuatu sehingga apabila kita sudah mampu memberikan sebagian apa yang kita miliki itu sudah menandakan bahwa kita telah mensyukuri nikmat yang di berikan oleh Allah SWT.
Apakah hari ini kita sudah merasa puas dan bersyukur ?
Dari pertanyaan tersebut apakah kita sudah merasa puas dan bersyukur sekarang ini, tentu tidak karena ada beberapa hal yang membuat seseorang tidak pernah merasa puas dan beryukur antara lain :
1. Faktor dari sananya
Sesuai dengan hadis yang di jelaskan di atas bahwa manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang di milikinya di berikan satu minta lebih dan mengingat bahwa manusia selalu ingin berkembang seiring dengan berjalannya waktu dan perubahan yang ada serta ingin menjadikan kehidupannya ke arah yang lebih baik maka dari itu manusia tidak akan pernah merasa puas.
2. Faktor Perbandingan
Seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita sudah mendapatkan suatu nikmat, pengetahuan, harta kekayaan akan tetapi selalu merasa tidak puas di karenakan muncul pemikiran selalu membandingkan dengan apa yang di miliki oleh orang lain, apa yang di miliki oleh orang lain ingin pula di miliki sehingga munculah rasa tidak adanya kepuasan.
3. Faktor Penasaran
Sebagian manusia memiliki rasa keingintahuan yang tinggi sehingga dengan begitu manusia selalu penasaran dengan apa yang belum ia ketahui terutama dalam hal menuntut ilmu pengetahuan, terkadang pengetahuan baru yang muncul dan melihat dari apa yang di miliki oleh orang lain dan kita belum memilikinya dari situlah kita penasaran untuk mengetahuinya sehingga kita merasa belum puas ketika belum mengetahui hal tersebut.
4. Faktor Ambisi
Untuk mendapatkan apa yang menjadi cita-cita yang di dambakan tentu berawal dari sebuah ambisi karena dengan ambisi tersebut yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan (action) sehingga apa yang di cita-citakannya bisa tercapai. Orang yang tidak memiliki ambisi tidak akan pernah melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
5. Faktor Nilai dan Harga diri
Seringkali manusia berpikir bahwa yang menjadi tolak ukur nilai dan harga diri yang menjamin kehormatan dalam kehidupannya adalah dari apa yang ia miliki, seiring dengan hal tersebut maka banyak yang merasa tidak puas.
6. Faktor ingin menyenangkan seseorang
Dalam kehidupan manusia untuk mencapai kesuksesannya tentu tidak terlepas dari orang-orang yang mencintai kita dan selalu mendorong serta memberikan dukungan agar kita dapat mencapai keinginan, seperti kedua orang tua, keluarga dekat dan orang-orang di sekitar kita, dengan hal tersebutlah biasanya kita ingin membalas budi kepada orang-orang yang telah mencintai dan memberikan kita dukungan sehingga kita harus bekerja keras dan tidak merasa puas dengan apa yang di miliki, di samping untuk menyenangkan anak-anak mereka yang menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang sama seperti yang lainnya.
Kita sebagai manusia tidak akan pernah merasa puas, akan tetapi hal itu bisa kita imbangi dengan rasa syukur dari apa yang kita miliki karena dengan kita bersyukur akan nikmat yang di berikan Allah SWT membuat diri kita terhindar dari penyesalan dan kekecewaan.
Sudah sepantasnyalah kita mensyukuri nikmat yang di berikan pada diri kita mengingat bahwa ada banyak manusia yang lainnya tidak di berikan nikmat kesehatan seperti mengalami cacat pada anggota tubuhnya akan tetapi sebagian dari mereka mensyukuri apa yang telah Allah berikan. Oleh karena itu, marilah kita menggunakan dengan baik atas nikmat yang telah di berikan Allah SWT kepada kita semua.
Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang bersyukur.
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Update Contact :
No Wa/Telepon (puat) : 085267792168
No Wa/Telepon (fajar) : 085369237896
Email : Fajarudinsidik@gmail.com
No Wa/Telepon (puat) : 085267792168
No Wa/Telepon (fajar) : 085369237896
Email: Fajarudinsidik@gmail.com
atau Kirimkan Private messanger melalui email dengan klik tombol order dibawah ini :